Wednesday, December 14, 2011

Sweet moment


Sweet moment

Masing-masing akan ada sesuatu yang sangat ‘memorable’ dalam hidupnya.

Perkara-perkara indah itu perlu dicipta.

Jika dalam rumah tangga, setiap pasangan perlu ada akaun emosi masing-masing.

Makanya, setiap orang seharusnya mengumpul akaun emosi positif yang banyak agar, kehidupan sentiasa ‘sweet’ dan indah. Sebagai bekalan sepanjang hidup kita bersama pasangan kita.

Menyedari akan hal ini, maka saya berusaha keras mencipta penguat kasih antara saya dan belahan jiwa saya melalui tabungan akaun emosi positif.

Demi kerukunan rumah tangga, ataupun dalam bahasa skemanya, ‘membina silaturrahim’ ^^

Berusahalah mulai dari sekarang membina banyak kenangan indah dalam akaun emosi positif.

Apa yang sweet bagi saya?

1. Bila saya membaca Al-Qur’an selepas solat, belahan jiwa akan meletakkan kepalanya diribaan saya. Mendengar bacaan saya, sambil membetulkan tajwid saya. Saya membacakan maksud ayat-ayat Al-Qur’an, dan kami meluahkan apa yang kami rasa dengan ayat-ayat yang dibaca tadi

2. Bila seusai solat, kami membaca ma’thurat bersama-sama, saya mengaminkan bacaan doanya.

3. Bila bermusafir, diatas kereta, motosikal atau bas, kami berdiskusi tentang tarbiyatul aulad.

4. Berbicara melalui talian telefon mahupun ‘chatting’ sambil menyebut kata-kata yang manis, serta memanggil dengan panggilan yang indah. ^^

5. Saling memberi hadiah dan kejutan.

Alhamdulillah, misi 'merapatkan silaturrahim' berjalan dengan baik, walaupun jarak kami jauh. Masih ada lagi beberapa waktu untuk kami hidup bersama dibawah satu bumbung.


Buat belahan jiwa saya;

Jazakallah ^^

Wednesday, December 7, 2011

Pulut Kuning Kari Ayam

Sejak rabu yang lalu, saya teringin makan pulut kuning kari ayam.

Asal teringat, terasa sebak. Menitis air mata.

Usahakan juga untuk cari, dapat jumpa kari ayam sahaja. Alhamdulillah.

Tapi tetap raca ngences nak makan pulut kuning.

Pandai my dear nurul'ain. Bagi hint pasal pulut kuning.

Tahu ye hari ni special?

Baru orang Melayu, makan pulut. Bukan makan kek ^^

Takpe sayang, insha Allah nanti dapat juga.

Rezeki; Allah yang tentukan.


Thank you Allah, hari ini saya masih hidup.

Semoga sisa umur yang ada akan mendapat keberkatan

Happy birthday Aura Besi! May Allah Bless.

Tuesday, November 15, 2011

Monday, November 14, 2011

Dia: Cik Haji



oh kome, doghoyen dah berbunge~

cik haji, saya rindu kamu. Keh3x

Bila kita nak dating dekat zoo negara? sementara kamu masih bergelar orang keyy ell.

*Friend make life a little sweeter* ^_^

Friday, November 11, 2011

Momentos: Langit tetap biru


biru: tetap menjadi pilihan ^^


Langit tetap biru~

Dah lama tak mendendangkan irama itu.

Nostalgia. Bagaikan di alam mimpi.

Setahun, begitu terasa cepatnya.

Macam-macam perkara berlaku dalam diri saya, dia dan kamu juga.

****

Sudah setahun sejak peristiwa itu. Saya menjadi pungguk, menanti dengan penuh sabar. Berusaha untuk yakin dengan susunan Allah.

Alhamdulillah. 1.11.2011. Dengan rasa kekok,saya mendapat jawapan.

Pada 1.11.2011, dia yang mengingatkan saya semula setelah setahun. oh~ Malu.
'Terima kasih kerana sudi terima diri saya'- saya

Disaat saya mahu tutup cerita, dia datang memberi harapan supaya cerita saya ini ada penyambungnya.

Kali ini, Langit takkan sentiasa biru. Hidup tidak selalu indah. Tapi saya tetap bahagia. Dia ada bersama saya. Melalui kehidupan bersama-sama (bunyi macam ayat drama. Cet). Terima Kasih pada Allah yang teratas, atas Sakinah, Mawaddah n Rahmah yang dikurniakan.

***

Hidup ini umpama sebuah novel. Ada watak, ada latar, ada kisah, ada cerita. Novel kita, bagaimana kita nak karang. Menuju happy ending sehingga ke syurga, atau sekadar di dunia, tetapi di akhirat tempat kita tiada di syurga? Kita adalah penulis cerita kita. Novel kita akan dibaca malah difilemkan di mahsyar nanti. Selepas itu akan di timbang di neraca keadilan. Karanglah cerita kita sebaik mungkin. Sesoleh mungkin, seikhlas mungkin. Kerana ada ganjaran besar di sisi Allah. :)

p/s: Saya mahu kisah 'Langit Biru' saya adalah kisah menuju cintaNya.

Wednesday, October 26, 2011

Hijab

**Taken from friend's Facebook




George : Bro, I respect Islam but just couldn’t understand why women must cover ...themselves. If you said God command women to cover themselves then why still majority doesn’t cover themselves? Does Islam really cruel that there is no option for women?

Khalid : Hey George. Thanks for the kind words brother. There is always an option in Islam. Example in M’sia highway, the speed limit is 110km/ph but you still see some people exceed the speed limit right? The law is there but is up to individual to obey or disobey because end of the day each individual will be accountable for their own action. So there is an option is Islam – obey or disobey.

George : If there is an option is Islam then why women MUST cover themselves?

Khalid : Bro, are you born to this world with clothes on?

George : Of course no. Everyone is born naked.

Khalid : Then why are you wearing clothes now when you are born naked?

George : Modesty brother.

Khalid : There you go my brother. You have just answered your own question - Modesty.

George : Ok. But isn’t modesty will be enough just by covering their body part and let them flaunt their beautiful hair?

Khalid : Bro, what will you do if you have RM10,000 cash with you now? Where will you keep?

George : Of course I will kept in my pocket or in bank.

Khalid : But why don’t you flaunt your asset (cash)?

George : Only crazy people will do it bro. No one would do that because by doing that you are inviting trouble especially those thieves are everywhere.

Khalid : Truly agreed with you brother. Islam protects women because they are valuables. The Creator wants them to become private property instead of public property. By covering oneself it reduces the risk of unwanted advances by opposite’s sex.

George : But we still read and heard people who are covering themselves being raped or molested.

Khalid : So in this case do you mean that bank should not install security system in their premises and engaged security personnel to guard the bank because with all these, bank still being robbed so why bother to do all these right & get the bank to just expose their bank vault.

George : You have a point there brother.

Khalid : May The Creator guide all of us, God Willing.


p/s Did any of Muslim women here feel being force or oppress to covering themselves by wearing hijab?


Sunday, October 16, 2011

I'm in silent mood with you



PENGORBANAN
BY:NOWSEEHEART

Telah lama
Aku perhatikan segala
Ombak nafsu
Menghancurkan fitrah dunia

Pedih
Luka meresah jiwa
Memusnahi impian indah

Biarkan ku tempuhi
Segala halangan pasti mendatang
Dengan sepenuh jiwa

Biarkan aku pergi
Meninggalkan dunia yang dicalar
Kerakusan manusia

Sesungguhnya yang mulia di sisi-Nya
Hanya ketaqwaan diri kita

Iringilah sayangku
Semua pengorbanan dengan doa
Harapan yang bermakna
Tempatkan Ya Tuhanku
Di singgahsana terindah di syurga
Dengan para syuhada

Biarkan aku pergi
Meninggalkan dunia yang dicalar
Kerakusan manusia

Tempatkan Ya Tuhanku
Di singgahsana terindah di syurga
Dengan para syuhada

Tuesday, September 27, 2011

Cahaya mata hati

Hati dipagut syahdu~Insha Allah, susunan Dia yang terbaik.Yakin!!

Mendidik insan menjadi KHALIFAH dan HAMBA: Bukan kerja mudah
Siapkan diri untuk menerima amanah sepanjang hidup.

Sunday, September 11, 2011

Sakit




boleh tak saya nak cabut hati saya dan tanam dalam-dalam sampai 7 kaki dalam tanah?
saya tak tahan dengan dia punya
sakit. efek pada mata saya, pada diri saya, pada otak saya.


saya tak boleh buang, saya tak sanggup nak simpan


p/s: saya harap kamu ada, tapi rupanya kamu jauh dari saya.

Saturday, September 10, 2011

Dingin



Beberapa waktu kebelakang saya sempat terpisah dari keluarga selama beberapa tahun, disebab tugas belajar yang saya lakukan di kota yang sangat jauh dari tempat tinggal keluarga. Namun ketika saatnya harus berkumpul lagi, saya merasakan ada hal lain yang saya temukan pada keluarga.

Semuanya terasa dingin dan sepertinya telah timbul sikap masa bodoh diantara sesama anggota keluarga. Hingga kerinduan yang selama ini mengelayuti pikiran saya telah berganti menjadi keheranan yang berbuah kekesalan dan kedongkolan.

Kini saya tidak bisa lagi mengekspresikan rasa kasih sayang pada sesama anggota keluarga, karena sepertinya suasana keluarga menjadi kaku. Saya kadang merasa tidak diperhatikan lagi sama keluarga. Apa yang harus saya lakukan?

Solusinya :

Saudaraku, yang baik, jauhilah prasangka yang jelek karena hal itu akan mengakibatkan bertambahnya kekakuan yang terjadi di keluarga, apalagi disertai kekesalan dan kedongkolan. Ingat kekesalan dan kedongkolan tidak pernah menyelesaikan masalah, malah akan semakin membuat ruwet permasalahan.

Kedongkolan juga akan menguras segala energi yang kita milki. Sekarang mulai berpikir tentang sebuah solusi. Ingat juga bahwa keluarga adalah amanah yang harus dijaga. Mulailah dengan berprilaku lembut pada diri sendiri dan tidak ikut terbawa arus, hingga kita dapat menjadi seorang teladan. Insya Allah yang lain nanti mengikuti. Wallahu’alam

sumber:http://ayonikah.net/ketika-keluarga-bersikap-dingin.html

p/s: menjadi 'aku' susahkan?

Friday, September 9, 2011

So far away~HURT

*how can i express my feeling??



Sepi jiwaku sepi kerna kau tiada di sisi
Sunyi hatiku sunyi tanpa kehadiranmu kasih

Doaku semoga dirimu bahagia

(Chorus)
Aku yang kini jauh
Damba keampunanmu
Khilaf antara kita
Kan terlerai akhirnya

Bersama kasih kita dan cinta

(Verse2)
Moga berbahagia meniti harimu yang indah
Setia kunanti tiba saatnya kitakan bersua

Doaku semoga dirimu sejahtera

(Chorus)
Aku yang kini jauh
Damba keampunanmu
Khilaf antara kita
Kan terlerai akhirnya

(Bridge)
Jauh kita terpisah dibatasi jarak dan masa
Dirimu tak pernah kulupa
Terus kunanti setia
Saat Indah kita bersama

(Repeat Chorus)

Bersama kasih kita dan Cinta

(Chorus kanak-kanak)
Diriku yg kini jauh
Damba keampunan darimu
Semua khilaf antara kita
Kan terlerai jua akhirnya

Tuesday, September 6, 2011

Kalau tak sakit, bukan kehidupan namanya


Berat mata memandang, berat lagi bahu memikul

Hidup, kalau asyik fikirkan diri sendiri maka jiwa takkan sensitif

Malah Rasul sendiri ada bersabda: Tak sempurna iman seseorang jika dia tak mengasihi saudaranya sepertimana dia mengasihi dirinya sendiri atau melebihi daripada mengasihi dirinya sendiri.

Rasa sensitif dengan permasalahan orang lain juga adalah buah keimanan

Hidup akan rasa statik selagimana kita rasa tak pernah bermasalah.

Masalah banyak bila kita sibuk-sibuk ambil tahu dan ambil kisah hal orang lain. Lagi-lagi masalah saudara mara kita, tak kira la ada pertalian darah atau tak,asalkan berdiri tegak atas satu aqidah yang sama.

Simpati perlu diiringi empati

Cuba letakkan diri kita di tempat-tempat mereka yang lebih susah, maka kita akan bersyukur dengan apa yang kita ada

Allah tak izin kita menikah, tapi ada orang lain cuma 3 jam menjadi isteri. Kuatkah kalau kita duduk di tempat itu?

Allah bagi ujian keguguran, ada orang lain tak pernah rasa mengandung pun. Ni'mat yang kita lupa nak hargai. Asyik mengenang double sickness yang dihadapi.

Allah bagi susah sikit jauh dari suami, tapi orang lain yang duduk dekat dengan suami selalu dan hari-hari kena maki tengking dan sepak terajang. Kebahagiaan yang tak pernah tercapai dek akal fikiran.

Allah bagi rezeki tidak se'gah' orang lain, di kala orang lain boleh beli Vios atau Lancer atau Chevrolete sebiji tanpa rasa berat dan susah, tapi kita nak memiliki sebiji kancil bukan main susah. Tapi nun disana di salah satu sudut dunia, pelarian Somalia kebulur tak makan, Jalan kaki sejauh 400km ni tengah padang pasir terik demi mencari perlindungan tanpa alas kaki. Panas, pedih. Kita?

Inilah hidup, bila kita cuba letakkan diri kita ditempat orang lain yang lebih susah, maka hati akan lembut untul memberi, lebih banyak belajar dan ambil iktibar, meningkatnya rasa syukur dan sabar.

Allah baik, sebab Allah letak kita di tempat yang adil dan sepatutnya.

Hati, lembutlah dengan apa yang Allah beri

Semoga Allah sayang kita, semoga Allah cinta kita

Jom sama-sama kita pergi syurga

Indahnya hidup bila semua faham peranan masing-masing.

Rindu zaman para sahabat. Masing-masing zuhud tapi umat kaya. Bila etika melebihkan orang lain dari diri sendiri meresap dalam diri. Harmoni.

Tegakkan Islam dalam diri kamu, sebelum mahu tegakkan daulah Islam- Hassan Al-Hudaibi

Jentik minda, tembak hati..

Tuesday, August 16, 2011

'Dia': Hakikat kesukaran 3


"Dia" yang ibu sayangi dan nanti-nantikan, Allah izinkan kita jumpa begitu awal. Tempoh masa sayang dalam perut ibu hanya 10 minggu sahaja.

Sayang, begitu kecil sekali sewaktu kamu keluar. Hanya sebesar buah anggur yang kecil. Subhanallah..

Allah baik, Allah bagi ibu dan walid tarbiyah. Allah nak ibu dan walid belajar lebih lagi. Dengan keluarnya kamu dari perut ibu berjaya menginsafkan ibu dan walid. Hanya Allah yang berkuasa atas segala sesuatu.

Walaupun hati ibu bagai digigit, riak wajah walid tak seceria suria, namun kami dapat rasai yang Allah sayang kami. Terima kasih sayang.. Bagi ibu dan walid sedar hanya Allah sahaja tempat yang patut kami bergantung.

Kewujudan sayang yang hanya seketika menjadi batu tolakkan untuk ibu mula belajar menjadi 'ibu' dengan lebih gigih. Banyak yang ibu tak tahu rupanya. Walid pun sama juga. Insha Allah, Allah bagi kami peluang baiki diri.

Semoga Allah izinkan ibu dan walid dapat jumpa adik-adik kamu insha Allah. Walid ada cakap, walid hajat nak jumpa kamu di syurga. Tapi sebelum ke sana, kami di sini mesti berusaha bersungguh-sungguh menjadi hamba yang dicintai Allah.

Sayang ibu, terima kasih sayang~

**Terima kasih Allah~ semoga dosa-dosa kami Kau ampunkan.

p/s: Rasa rindu ibu pada 'dia'...

Friday, August 12, 2011

Monolog menantu



Menerima perubahan memang payah. Lagi-lagi bila perkara tersebut lain sangat dari rutin kehidupan seharian. Begitu juga, menerima seorang yang asing dalam hidup. Bagaimana proses taaruf bermula, kemudian membina jambatan hati, kemudian berdikit-dikit memupuk kasih sayang. Agak sukar untuk diadaptasi dalam diri. Boleh makan hati sendiri woo~ Itulah hakikat proses tarbiyah untuk membina ukhuwwah. Lambat, payah. Tapi kalau guna laluan lain, laaagi lambat.

Itu dari sudut bila kita menerima orang asing. Tapi, bagaimana pula jika kita yang jadi orang asing?

Perasaan yang tidak selesa. Segan, takut, sensitive, teragak-agak semua bersarang dalam dada.

Kalau dalam bi’ah sendiri kita boleh tunjuk gah, tapi bila kita yang asing, kita yang paling tiada keyakinan diri.

Berkira-kira, teragak-agak. Mencuba dan berusaha untuk positif, tapi tetap tidak berhasil. Seni bersosial tiada. Selalu ada ‘rasa-rasa’ kurang senang dan ragu-ragu, ‘apa diorang fikir?’, ‘macam mana nak memulakan?’,’tidak mahu susahkan orang’., dan bermacam-macam lagi persoalan yang bukan-bukan bermain dalam kepala. Mungkin ini permulaan perkenalan.

Ada orang (saya kot..) yang memerlukan daya tolakkan untuk memulakan. Orang yang rapat sewajarnya memainkan peranan. Membina keyakinan kita, menggalakkan kita untuk memulakan, menghubungkan kita dengan bi’ah yang baru agar perasaan dalam dada bertukar dari sejuk ke hangat. Rasa canggung menjadi tenang dan damai.

Ada juga yang sudah berani mendekati suasana baru, tetapi bila sudah berada di tengah-tengahnya, maka segala ‘rasa-rasa’ yang tak sepatutnya hadir juga. Bagaimana?

Susah kan? Salah tingkah sentiasa. Ya lah, lain padang lain belalang.

Apa pun, hidup mesti diteruskan. Sekali sudah melangkah, makanya tidak wajar untuk berpatah balik. Lalui hidup baru menerima dan menjadi orang asing dengan lapang dada dan hikmah (yang ni yang payah ni..huhu)

Kita merancang, Allah merancang juga. Dan perancangan Allah lagi baik sebab Allah mencintai kita lebih dari kita cintai diri kita sendiri.

Buat sahibbah (cik haji) terima kasih ingatkan saya: “Allah datangkan pasangan kita untuk kita menabur benih amal. Semoga Allah ampunkan dosa-dosa kita.”

p/s: owh~ bila ice nak break ni..dah nak masuk 6 bulan dah ni..adoi~!

Wednesday, August 3, 2011

'Dia': Hakikat kesukaran 2


Untuk walid yang disayangi kerana Allah;

Allah menyebut di dalam firmanNya,

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.", surah Al-Baqarah ayat 216.


Ayat ini membicarakan tentang Allah mengetahui tentang perkara yang tersirat dan tersurat. Di sebalik ujian yang diturunkan pasti ada hikmah disebaliknya. Yang penting kita berfikir tentang ujian ini dan bersabar.

Muaz berkata, telah bersabda Rasullullah SAW yang maksudnya:

"Demi zat yang diriku di tanganNYA, sesungguhnya bayi yang gugur pasti akan menarik ibunya untuk memasuki syurga, jika ibu berharap pahala keranaNYA." (HR. Ibn Majah & Darimi)


Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasullullah SAW telah bersabda yang maksudnya:

"Bayi yang gugur yang telah mendahului - ku adalah lebih aku sukai daripada seorang ahli perang yang aku tinggalkan di belakangku." (HR. Ibn Majah)


Allah memberi ujian dan rahmatNya melalui banyak cara. Yang diuji dan teruji, pasti menerima ganjaran daripada Allah. Disebalik ujian pasti ada hikmah dari Nya.

Wallahu Alam.

additional info:

Jika janin yang dilahirkan itu belum berbentuk manusia maka darah yang dikeluarkan oleh wanita itu bukan darah nifas, untuk itu ia tetap diwajibkan berpuasa dan shalat, dan puasa yang dilakukan pada hari saat ia melahirkan itu adalah sah. Akan tetapi jika janin yang dikeluarkan itu telah berbentuk manusia maka darah yang keluar adalah darah nifas yang tidak membolehkannya untuk mengerjakan shalat dan juga puasa, dan puasa yang ia lakukan pada hari kelahiran itu menjadi batal. Kaidah dasar dalam masalah ini adalah: Jika janin telah terbentuk maka darah itu adalah darah nifas, dan jika janin itu belum terbentuk maka darah itu bukanlah darah nifas. Jika darah itu adalah darah nifas maka ia dikenakan hukum sebagaimana wanita nifas, dan jika bukan darah nifas maka ia dianggap seperti wanita suci lainnya.

( Majmu’ Fatawa wa Rasa’il Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, 4/292 )

p/s : ibu berpuasa insha Allah ^^

Friday, July 22, 2011

Untitle


Feeling unwell
Wanna find a well
So that I can fell

Thursday, July 21, 2011

Menyambut tetamu


suatu ketika dulu; saya rindu suasana ini!!



Saya suka buat aktiviti makan-makan.

Seronok.

Jemput kawan-kawan semua datang. Masak sama-sama, makan sama-sama. Gurau senda sama-sama. Berkenalan dengan ahli keluarga saya. Terasa ahli keluarga bertambah. Gembira.

Bila rancang buat aktiviti makan-makan, saya suke menawarkan rumah saya jadi tempat beraktiviti.

Menyambut tetamu dengan perasaa gembira. Saya seronok membersihkan rumah. Saya bertungkus lumus sediakan persiapan dengan perasaan bahagia. Owh~ tak tergambar dengan kata-kata!!

Tak lama lagi, tetamu istimewa akan bertandang. Sebulan pula. Tapi saya sepertinya tidak seghairah mana pun.. Owh~ sedih. Suasana mungkin terasa hambar. Tapi saya usahakan untuk bergembira dan teruja dengan kehadirannya.. Harapnya, sempatlah saya menjemput tetamu istimewa ini. Hanya orang terpilih yang kata dia istimewa. Saya nak letakkan diri saya dikalangan yang terpilih itu.

SYAABAN dah siap2 packing.Nak check out.Menanti-nanti RAMADHAN nak check in.Jom 'housekeeping' hati.'Kemas-kemaskan' hati.'Bersih-bersihkan' hati.Agar kita rasa BERSIH dalam RAMADHAN ;) Allahumma ballighna Ramadhan...


Allahumma ballighna Ramadhan

Saya mahu dosa-dosa diampunkan pada Ramadhan kali ini. Allahumma Amin.

Untuk 'dia'; ibu akan jadikan diri ibu solehah. Insha Allah. Walid pun kena usahakan diri untuk soleh ya. Mana tahu, ada tetamu yang tak kurang special nya nak datang kan? Insha Allah.. ^^

Tuesday, July 19, 2011

Doa Dhuha



Kepada Ar-Razzaq, yang sentiasa mengasihi dan mencintai hamba-hambaNya,




Ya Allah sesungguhnya waktu dhuha itu dhuha-Mu
Kecantikannya kecantikan-Mu...Keindahannya keindahan-Mu
Kekuatannya kekuatan-Mu...Kekuasaannya kekuasaan-Mu
Perlindungannya perlindungan-Mu...

Ya Allah jika rezeki masih di langit, turunkanlah
Jika di bumi keluarkanlah...Jika sukar permudahkanlah
Jika haram sucikanlah...Jika jauh dekatkanlah

Berkat waktu dhuha
Kecantikan-Mu keindahan-Mu kekuatan-Mu kekuasaan-Mu
Limpahkan kepadaku segala yang Engkau telah limpahkan kepada
hamba-hamba-Mu yang soleh

Album : Hijrah
Munsyid : UNIC

p/s: Allah yang memberi rezeki kepada sesiapa sahaja yang Dia kehendaki, Allah juga yang menurunkan hujan untuk menyuburkan bumiNya.

Thursday, July 7, 2011

'Dia': Hakikat kesukaran


Sesungguhnya Kami telah jadikan manusia sentiasa Dalam keadaan menghadapi kesulitan dan kesukaran (jasmani dan rohaninya) [Al-Balad:4]

Sebaik sahaja sel pertama dari benih manusia menetap di alam rahim, ia terus mula menghadapi perjuangan dan penat lelah untuk menghadapi suasana-suasana yang sesuai untuk menghadapi hidupnya dan mendapat makanan dengan izinNya. Dan sel akan terus berkembang dalam keadaan seperti itu sehingga tiba saat kelahirannya ke alam dunia. Ketika itu, ia dan ibunya mengalami kesulitan dan kesakitan bersalin. Apabila ia hampir melihat cahaya dunia, badannya terus dihimpit, ditekan, dan ditolak hingga hampir-hampir tercekik semasa dalam perjalanan keluar dari rahim ibunya.

Sejak detik pertama kelahirannya ini, ia mula menghadapi kepayahan dan kesulitan yang lebih berat iaitu kepayahan untuk memulakan proses pernafasan yang belum pernah dialaminya. Bagi yang kali pertama, bayi itu membuka mulutnya dan menggerakkan paru-parunya untuk menyedut dan menghembuskan nafas dengan teriak tangis yang membayangkan kesulitan dan kesukaran memulakan kehidupan. Kemudian sistem penghadaman makanan dan pengedaran darah memulakan kegiatannya yang luar biasa. Ia mengalami kesulitan-kesulitan membuang air sehingga dapat membiasakan perutnya melaksanakan tugas yang baru itu, dan setelah itu ia akan terus menghadapi perjuangan demi perjuangan dalam setiap langkah geraknya. Sesiapa yang melihat bayi ketika hendak merangkak dan berjalan, dapatlah ia fikirkan betapa banyaknya daya usaha dan kepenatan yang dicurahkannya untuk melaksanakan pergerakan yang mudah itu.

[Tafsir Fii Dzilalil Qur'an-Syed Qutb]


Dan, itu baru proses kesukaran yang wajib dilalui ketika masih tiada memori.

Panjang lagi ujian dan dugaan yang Allah akan beri tanda Allah sayangkan hambaNya.

Saya terkesan, dengan kesukaran yang dialami 'dia'. 'Dia' berusaha bersungguh-sungguh. Sedangkan saya tidak membantu banyak. Allah baik kerana kenalkan saya dengan 'dia' seawal ini. Untuk saya mengambil ibrah dan jadikan pelajaran dalam hidup saya. Menyuburkan naluri kasih sayang saya terhadap 'dia'. Saya akan mencintainya dan kenalkan 'dia' dengan Allah bersungguh-sungguh.

Mulai detik ini, saya akan tingkatkan ibadah saya. Saya akan banyakkan bacaan Al-Qur'an saya, saya usahakan untuk menghafal ayat-ayat Allah, saya akan melazimkan diri saya dengan amalan soleh. Semoga dengan ini, saya dapat membantu 'dia' di situ..

Saya rindu nak jumpa 'dia'..

Semoga Allah izinkan kita untuk berjumpa. Insha Allah..

Bersyukur dan bersabar. Saya usahakan untuk adaptasikan dalam diri saya.

Monday, May 30, 2011

Aura Besi: The Battle




Dalam dada: mode baik vs mode jahat

mode baik: takpe, sabar. Dia dah banyak berjasa pada kamu. Ini untuk tarbiyah

mode jahat: agak-agak la kot, tak yah nak lekeh2 kan orang kan.Tak sabar nak blah!!

When it come to this matter, I don't like it. For sure.

Biasakan benda ni berlaku?

Live well, live hell. you choose (Rooftop Rant, Hlovate)

ps:cepat la habis buat keje!!!